Kata-kata Motivasi Menulis



Kata-kata Motivasi Menulis


Pernah tiba-tiba jadi gak semangat nulis? Pernah tiba-tiba gak percaya diri buat nulis lagi? Pernah ngerasa lelah pas nulis?

Mungkin kita mesti istirahat sejenak buat nulis.

Refrshing dulu. Nonton film, jalan-jalan, misalnya.

Tapi, biasanya karena istirahat sejenak tadi, kita jadi kebiasaan buat gak nulis lagi. Simple-nya, tiba-tiba kena virus males nulis lagi. Dan salah satu solusi dari masalah itu, kita butuh motivasi lagi.

Saya nyomot beberapa kalimat penyemangat  atau quate-quote bengis yang bakalan bikin kita kembali semangat nulis lagi.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”

(Pramudya Ananta Tour)

“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi” 

(Helvy Tiana Rosa)

“Menulis itu menenangkan pikiran dan nurani yang nyeri.”

(Helvy Tiana Rosa)

"Menulis artikel tak sulit: ambil pena dan kertas, atau laptop, dan mulailah. Yang terkadang sulit adalah memulainya"

(Jarar Siahaan)

Semangat!! *keretekin jari – seruput teh – nulis*


Belajar Menulis Alur Cerita Yang Baik dan Hal Yang Perlu Diperhatikan



Belajar Menulis Plot Yang Baik dan Hal Yang Perlu Diperhatikan


Plot adalah alur atau rangkaian kejadian yang akan dialami oleh tokoh utama dalam cerita kita dalam memecahkan masalah. Menulis plot yang baik adalah kunci untuk membuat cerita yang baik pula.

Berikut cara menulis plot dan hal yang perlu diperhatikan dalam menulis plot:

1.     Mengundang pertanyaan-pertanyaan atau rasa penasaran pada setiap kejadian si tokoh.

Misal, Mardi adalah anak nakal yang ditinggal mati ibunya. Ia menjadi pembangkang kepada ayahnya – suatu ketika ayahnya meninggal dunia – ada sebuah kertas yang ditinggalkan ayahnya  – Kertas itu menguak kelahiran, kehidupan dan kematian seseorang dan Mardi terlibat di dalamnya - dan seterusnya.

2.      Berilah masalah yang bertubi-tubi untuk tokoh sampai ia benar-benar harus berjuang lebih keras.
 
Misal, Mardi malu mengungkapkan cinta kepada seseorang. 

Berikan masalah yang membuat Mardi di mana ia tertekan dan mengharuskannya menyatakan cinta. Orang yang di cintai Mardi direbut, misalnya atau Mardi dianggap homo oleh teman-teman dan di lingkungannya dan lain-lain yang menghadapkan Mardi pada posisi yang seharunya dia mengungkapkan perasaannya.

Mudah-mudahan bisa terbantu dan terjawab, ya. Keep writing!!

*Materi ini ditulis untuk mengingatkan penulisnya sendiri. Hehe.

Cerpen Komedi: Cinta Mardi

Cerpen Komedi: Cinta Mardi


Cerpen Komedi: Cinta Mardi

                                                               Cinta kata Mardi

Mardi adalah pemuda ganteng pada era-nya. Sekarang umurnya telah menginjak 75 tahun, ia tetap muda, umurnya saja yang mengatakan ia sudah tua. Semua temannya sudah menikah, wajar saja Mardi iri akan hal itu. Malah anak teman-temannya juga sudah menikah, yang lebih mengejutkan cucu temannya  akan menikah, sedangkan Mardi? Jangan kau tanya, itu akan menyebabkan ia mati, mati secara perlahan.

Tapi hari ini, Mardi sangat gembira. Jelas dengan kemampuannya bisa menerjemahkan cinta dengan tulisan. Cinta yang pernah menjait mulutnya, perlahan mengelupas. Cinta yang membuatnya lupa bicara, sekarang  menjadi pengingat setiap waktu. Cinta yang membuatnya kaku berkata, kini mudah saja memuntahkan segala dalam hati. Mardi sedang jatuh cinta kepada perempuan muda di sosial media. Umur bukan hukum haram untuk dia jatuh cinta.

“Selamat malam cinta.”

Mardi mengirim pesan sms kepada pacarnya, maaf gebetannya.

Beberapa menit kemudian...

Tak ada balasan. “Mungkin pending atau eror” Mardi berfikir positif “Oke, aku ulangi. Sent”

Beberapa menit kemudian...

Beberapa jam kemudian...

Beberapa hari kemudian...

Beberapa tahun kemudian...

Indonesia ganti mata uang...

Baju Mardi kekecilan, sampai pusarnya keliatan seperti orang india...

Sia-sia tak ada balasan. Mardi kecewa, kenapa neneng Sri tak membalas. Padahal Mardi telah mentransfer pulsa seribu, dan itu cukup untuk 2 hari. Mardi hanya diam, kosong tak seperti hidup. Cinta kini meracuninya lagi, jatuh cinta kepada neneng Sri hanya obat penawar saja. Tidak menyembuhkan, tetapi meredakan.

Mardi berjalan meninggalkan laptop dan sedikit tulisan nya. “Untung aku pernah ikut pramuka waktu SMP” katanya saat membuat simpul. Perlahan kaki nya melangkah keruangan yang jarang sekali di datangi nya. Ruangan yang gelap, penuh sarang laba-laba. Wajar, tak pernah di perhatikan. Mardi meraba-raba dinding, mencari saklar lampu. “tang!” ia menabrak sesuatu. Tapi akhirnya ia menemukan saklar, ia tak sabar benda apa yang sudah di tabraknya. Kaleng? tak mengejutkan. Mardi mencari kursi, mengikat tali di kayu atap ruangan itu. Sekarang , ia telah berhadapan dengan simpul tali yang melingkar. Kepalanya telah siap, tinggal menjatuhkan kursinya atau menggantungkan kepalanya di tali itu. Yah...

“Mati.... aku...mama ku tau...” bunyi hp Mardi dari saku celana, nada pesan masuk. “Dari neneng Sri?” Mardi mendadak keringat dingin, tegang.

“Selamat malam juga cinta. Abang, maaf ya baru bales. Selama ini neneng Sri minta tolong balesin dan bacain sms Mardi. Kan, abang Mardi tau sendiri, neneng gak bisa baca tulis. ( yang baca tulis Wati, temen neneng Sri )”

Mardi senyum bahagia, ia melompat kegirangan sampai kursinya jatuh, tak sadar lehernya terlilit tali tadi dan tergantung.

Ide Kreatif Ketika Mentok Menulis


Ide Kreatif Ketika Mentok Menulis

Ide Kreatif Ketika Mentok Menulis

Pernah bingung mau nulis apa? Pernah gak tahu gimana cara nyelesain setengah tulisan yang udah mau jadi? Pernah bengong aja, di depan buku, laptop? Pernah pusing mikirin ide apa buat nulis?

Pernah.

Saya juga. Hehe.

Ternyata setelah pertanyaan, bagaimana menjadi seorang penulis? Yang jawabannya, ya, menulis. Lagi-lagi kita bingung, gimana cara nulisnya kalo kita gak tahu mau nulis apa, ya.

Saya menemukan tips yang bisa menyelesaikan atau menjawab pertanyaan di atas. Tips ini saya temukan ketika membaca buku Creative Writing by A.S Laksana dan mempan bagi saya. Apa itu?

Strategi 3 kata.

Jadi, pikirkan aja tiga kata yang terlintas di kepala kita. Misal tiga kata itu, cinta, tulisan, laptop. Awali paragraf pertama dari salah satu dari tiga angka itu, dan biarkan mengalir. Ini hasil tulisan cepat saya. Pertama kali.


                                                                 Cinta kata Mardi

“Cinta itu sederhana, sesederhana mengirim sms, ya tinggal tekan sent. Sesederhana itu.” jelas Mardi dalam menerjemahkan cinta

Tangannya menekan tuts keyboard laptop. Itu adalah tulisan pembukanya, sekaligus tulisan baru tentang arti sebuah cinta. Baru kali ini ia berani bicara tentang cinta, setelah sekian lama cinta membuatnya tak bisa berbicara. Cinta telah menjait mulutnya , cinta telah membuatnya lupa bagaimana bicara…dan seterusnya.

Jadi, kalo mentok nulis lagi, tentuin 3 kata lagi, dan menulislah dengan mengalir. Mari kita coba…